cerita sex

Cerita Seks Jago Bermain Sex

Posted on
PialaQQ

Cerita Seks Jago Bermain Sex – Hallo saat ini aku mau bercerita tentang bermain sex bersama dengan temanku, perkenalkan nama saya Wawan dipanggil Wan, umurku saat ini 21 tahun diusiaku yang segitu aku terbilang orang yang cupu & kurang pergaulan.
Tapi saya diberi keberuntungan dengan wajah yang tampan, semenjak sekolah SD dari cara berpakain aku selalu mengancingkan kerah sampai bagian atas. Tapi saat itu karna aku masih kecil & tidak tau apa aku cuek & nyaman dengan penampilanku dulu.

cerita sex

Kurang lebih lima tahun lalu saat aku masih duduk dikelas 1 SMU, kejadian ini tidak akan kulupa karna ini pengalaman sex pertamaku, hari itu hari sabtu. Semua terasa biasa saja, sampai jam menunjukkan pukul 3 yang merupakan waktu pulang sekolah.
Kejadian itu takkan pernah saya lupakan. Saya merupakan anak terakhir yang meninggalkan kelas pada saat itu. Karna rasa kebelet kencing saya sudah tidak terelakkan, saya bergegas ke kamar kecil.

Begitu sampai disana, langsung kubuka resleting & piss curr,. (maaf, memang saya merasa kurang nyaman dengan celana dalam, jd saya hampir tidak prnah mmakai celana dalam, hehe). Selanjutnya saya bergegas keluar dari kamar mandi & selanjutnya pulang.

Tiba-tiba begitu melewati depan kamar mandi wanita, ada seorang teman sekelas saya wanita menyapa. namanya Jenny.
Artikel Hot Lainnnya : Pacarku Kehausan Sex
Hai ndi, blum pulang? tanya Jenny.
Iya Jen, ini baru mau pulang jawabku.
Mau bareng gak? tanya Jenny.
Oh, nggak usah Jen. Aku ngekos didepan situ kok jawabku.
Hmmm, yaudah jawab Jenny agak ketus.
Duluan ya Jen aku pamit Jenny tidak mnjawab.
Tiba2 dia memanggilku. Eh, Wawan sini dong pinta Jenny. Ada apa? tanyaku penasaran.
Tiba-tiba dari dalam kamar mandi muncul 3 orang temannya yang juga merupakan teman sekelasku. Mereka langsung membekapku dengan sapu tangan & menyeretku ke dalam kamar mandi.

Dari sapu tangan itu, aku mencium bau-bau alkohol seperti yang biasanya ada di Lab. Kimia. Seketika itu aku pun tak sadar. Begitu sadar, aku merasa pusing sekali.
Tapi aku bingung. Dimana aku?? Kenapa aku masih mengenakan baju seragam lengkap?? Lalu aku menyadari bahwa aku ditidurkan dengan tangan kakiku diikat dipojok-pojok kasur. Mulutku juga dilakban.
Ada apa ini?? Siapa yang menjahiliku??

Beberapa menit kemudian muncul seorang wanita yang kukenal. Tak lain tak bukan adalah Jenny & ketiga temannya, Rini, Eka, & Cindy. Welcome to my house, Wawan kata Jenny sambil tersenyum.

Oh, tidak. Apa yang yang akan mereka lakukan padaku pikirku dalam hati. Kucoba meronta-ronta tapi mereka tidak menggubrisnya. Mereka malah tertawa-tawa. Tiba-tiba Jenny bertanya pada Cindy,

Lets start the party?, Ok guys, Tancaaap!! jawab Cindy.
Tiba-tiba mereka semua melepas semua pakaian mereka, alias telanjang atau bugil. Seumur-umur baru kali itu saya melihat wanita tanpa busana.
Bahkan saya tidak pernah melihat bokep sebelumnya. Secara alamiah penis saya tiba-tiba ereksi. Cindy melihatnya, kemudian berkata pada Jenny Jen, lihat tuh.
Mereka semua langsung tertawa terbahak-bahak begitu melihat ada yang menonjol dari celana saya. Tanpa instruksi, tiba-tiba Rini membuka resleting celana seragam abu-abu saya. Dia kaget & berkata Parah!! Ni anak kagak pake kancut.

Eh, tapi lumayan gede jg titit lo. Aku yang se&g bingung & ketakutan hanya terdiam saja. Gue nyicip duluan ye kata Rini. Tiba-tiba dia langsung mengulum & menghisap penisku. Aku yang tidak tahu apa-apa tentang seks sebelumnya langsung terkejut.
Seperti disetrum rasanya. Inginku meronta-ronta tapi semua sia-sia. Ikatan tali itu telalu kuat. Mulutku juga dilakban. Tiba-tiba ada rasa seperti ingin kencing, tapi ini lain. Terasa nikmat sekali.
& aaagghhh aku merasakan ada cairan yang keluar dari penisku & masuk ke mulut Rini.

Apa ini?? pikirku Hmm, boleh juga lo kata Rini padaku.
Ni, siapa mau? Tar klo uda gw lagi ye. kata dia pada yang lain. Gampaang.
Hari ini mpe besok, Wawan buat kita. Hahahhaa kata Jenny sambil tertawa.
Apa?? Aku diginikan sampai besok?? Dimana orang-orang rumah ini?? pikirku dalam hati.

Tidak seperti Rini, Jenny tidak mengulum penisku. Dia langsung memasukkan ke dalam lubang di daerah pantatnya. Apa ini vagina?? pikirku sambil ketakutan.
Selanjutnya Jenny menggenjotnya dengan penuh semangat. Aaagghh, tolong hentikan ini pintaku dengan tidak jelas karna mulutku masih dilakban. Tiba-tiba rasa ingin kencing itu muncul lagi. &, akhirnya cairan itu keluar lagi.

Kali ini didalam vagina Jenny. Setelah cairan itu keluar, Jenny melepaskan vaginanya dari penisku kemudian dia menjilati cairan sperma yang tersisa di penisku. Jenny pun selesai denganku. Aku benar-benar merasa jijik dengan ulah mereka semua.
Mereka semua menyetubuhiku yang masih dengan seragam lengkap. Jenny kemudian berkata pada Eka Tuh, giliran lu Nggak ah, gw ga ada nafsu sama sekali ma tu anak jawab Eka. Parah lu, dasar lesbi timpal Cindy.

Biarin, EGP jawab Eka. Alhamdulillah, cobaan ini telah berakhir pikirku begitu Eka menolak menyetubuhiku. Tapi aku baru sadar bahwa Cindy belum melakukannya. Yaudah, klo ga mau biar gw yang ngabisin, hahha kata Cindy.
Astagaaa pikirku. Ok Ndi, ronde ke-3 dimulai. Are u ready? tanya Cindy.
Aku menggeleng-gelengkan kepala minta ampun supaya dihentikan semua ini. Namun Cindy tidak menggubrisnya. Seperti Rini, dia memulai dengan mengulum penisku. Karna sudah agak loyo, kali ini spermaku keluar setelah hampir 20 menit.

Setelah puas nyepong aku, dia pun menjilati sisa-sisa sperma tanpa sisa. Dia benar-benar seperti profesional & aku yakin ini pasti bukan yang pertama baginya. Aku benar-benar tersiksa dengan keadaan ini semua. Ternyata dia masih melanjutkan ronde ke-4.
Dia memasukkan penisku ke dalam vaginanya. Tapi yang ini lain, aku benar-benar terbawa dalam permainannya & aku merasakan kenikmatan. Dia menggenjot dengan perasaan. Aku yakin dia benar-benar profesional.

Akhirnya aku pun orgasme & cairan itu keluar di dalam vagina Cindy. Setelah itu aku benar-benar merasa teler telah meladeni ketiga wanita itu. Tiba-tiba Jenny bertanya Mau makan Ndi? Aku mengangguk.

Yauda, mandi sana dulu Lalu Jenny melepaskan ikatanku. Kemudian dia berkata Jangan kabur lu. Lu mpe nyoba kabur ga segan-segan gw potong tu penis. hahaha Iya Jen jawabku dengan takut. Kemudian aku pun mandi.
Karna tak punya baju ganti, kupakai lagi seragam putih & celana abu-abu itu. Kemudian aku menuju ruang makan dimana mereka berkumpul. Ayo Ndi makan, ga usah malu-malu gitu lah canda Cindy.

Aku hanya tersenyum. Setelah itu aku pun makan dengan lahapnya. Kemudian aku bertanya Kapan aku bisa pulang Jen? Besok ya Ndi jawab Jenny. Karna. Karna apa Jen tanyaku. Karna malam ini lu belum selesai, hahaha kata Jenny.
Seketika dia langsung mencengkeramku bersama 3 orang temannya & mengikatku lagi persis seperti posisi awal tadi. Oh, Tuhan. Cobaan belum usai pikirku.
& seperti sebelumnya mereka menggilirku. Tapi kali ini aku sudah bisa agak menikmati permainan mereka, meskipun dengan rasa agak tersiksa.

Keesokan sorenya aku diantarkan pulang oleh Jenny. Dia berpesan kalo sampe lu bongkar, lu mati!!. Aku hanya mengangguk. & akhirnya sampai lulus SMA saya tetap menjaga rahasia itu.

RatuQQ