Foto Bokep | Foto Bugil | Tante Girang | Cerita Dewasa

ratubugil.com Merupakan Foto Bokep , Foto Bugil , Tante Girang , Cerita Dewasa terlengkap dan setiap hari update,...

Cerita Panas karena hujan gerimis

Cerita Panas karena hujan gerimis – Dulu. Dulu sekali, ketika Balancer masih hidup, jauh ketika Lili belum melahirkan Ray, ketika Thomas belum berperang melawan Ray, jauh lagi ketika Doni Hendrajaya masih kecil. Ketika semuanya belum seperti sekarang. Hiduplah seorang yang kupu-kupu malam yang boleh dibilang dia high class. Tidak sembarangan orang yang ingin bisa menyewanya, para pejabat pun tidak sembarangan bisa menyewanya. Bukan hanya masalah uang, tapi dia hanya bisa disewa kepada orang yang dikehendakinya. Dia dikenal dengan kode nama Cibi.

cerita-mesum

Telepon Cibi berbunyi. Sebuah kontak bernama “SAYANG” muncul di layar LCD-nya. Dia pun mengangkatnya.

“Ada apa sayang?” sapanya.

“Oh beib, kamu di mana?” tanya orang yang ada di telepon.

“Lagi di rumah kontrakan temen nih,” jawab Cibi.

“Nanti bisa dipake nggak?”

“Hmm?? Ada klien?”

“Iya”

“Berapa?”

“30 juta”

“Siapa orangnya?”

“Anak pejabat”

“Wuih, tahu aku dari mana?”

“Dari situs www.ratubugil.com”

“Oh ya? Kasih nomernya deh. Udah DP belom tuh?”

“Udah dong. Cek aja rekening!”

“Siiip, ya udah. Nanti kamu jemput?”

“Boleh, jam tujuh ya?”

“OK”

“Bye, cantik.”

“Bye, honey. Mmmuuuaaccchhh….”

Cibi agak heran siapa anak pejabat ini. Yang mau membayarnya 30 juta? Biasanya bukan orang sembarangan. Cibi langsung memeriksa rekeningnya lewat mobile banking. Dia langsung jingkrak-jingkrak kegirangan. Tak berapa lama kemudian orang yang disebut “SAYANG” tadi langsung mengirimkan foto kliennya. Cibi mengangkat alisnya. Cakep, mungkin masih berumur dua puluhan, masih muda. Dia langsung kesengsem dengan tampang cowok itu.

“Nek, ngapain senyum-senyum sendiri?” tanya Ninis, teman kontrakannya.

“Dapet klien nih, anak pejabat. Cakep nggak?” tanya Cibi sambil memperlihatkan ponselnya.

Ninis tampak melotot. “Anjirr gila, anak siapa tuh?”

Cibi mengangkat bahunya, “Nggak tahu, dapat info gue dari ratubugil.com. Udah DP lagi.”

“Lo beruntung banget sih? Gue kebanyakan dapat klien Om-Om jarang dapet brondong,” kata Ninis.

“Hehehe, mungkin peruntungan gue sedang bagus kali, yak?”

“Nggaklah, tapi luar biasa bagus.”

“Ya udah deh, aku mau mandi dulu. Sekalian numpang kamar mandi”

*******~o~*******

Terdengar bunyi ponsel. Lagi dari orang yang bernama “SAYANG”. Cibi langsung mengangkatnya.

“Aku udah ada di depan say,” kata SAYANG.

“Oke, aku keluar,” kata Cibi. “Nek, aku pergi dulu!”

“Hati-hati Nek!” kata Ninis.

Di luar sudah menanti sebuah mobil sport berwana hitam. Seorang cowok dengan gaya parlente sedang duduk sambil mendengarkan musik yang berdebum-debum di dalam mobilnya. Cowok itu mengangguk-angguk ketika melihat Cibi keluar dari kontrakannya. Cibi dengan baju warna hitam dan rok mini, tampak semakin seksi ketika ia berjalan menggunakan sepatu berhak tinggi.

Ia langsung membuka pintu mobil kemudian masuk. Begitu masuk mereka berdua pun berciuman. Cibi memasukkan lidahnya di mulut SAYANG sambil menghisap-hisapnya. Tak lupa orang yang disebutnya SAYANG itu pun mengarahkan tangannya ke payudara Cibi dan meremas-remasnya. Tak lama Cibi pun mendorong SAYANG.

“Eh, udah ya. Ntar gue sange jadi nggak kerja lagi,” kata Cibi.

“Hehehe, habis kamu nafsuin banget sih say,” kata SAYANG.

“Udah ah, berangkat yuk!”

“OK”

Tak berapa lama kemudian mobil pun melaju di atas jalan raya yang sedikit basah karena hujan gerimis yang mengguyur sore tadi. Malam kian larut ketika mobil sudah sampai di sebuah hotel bintang empat.

“Eh, anjir? Di hotel ini?” tanya Cibi.

“Kenapa? Nggak suka?”

“Suka banget, dari dulu kek ke tempat ini”

Hotel ini sangat besar dan memang terkenal dengan kelasnya. Tak sembarangan tamu yang bisa membayar harga kamarnya. Setelah dari tempat parkir mereka berdua pun masuk ke hotel. Tak perlu ke resepsionis karen SAYANG sudah mengetahui di mana kamar kliennya. Mereka akhirnya sampai di sebuah kamar di lantai tiga. Kamar itu bernomor 311.

Pintu kamar pun diketuk.

Pintu terbuka dan muncullah sebuah wajah yang sama persis seperti yang ada di ponsel Cibi. As expected. Cowoknya emang cakep. Terus terang air liur Cibi sedikit keluar tadi. Ternyata memang benar pemuda ini kekar, ganteng dan kaya. Mimpi apa aku semalam? pikir Cibi.

“Oh, kamu. Masuk deh!” katanya.

“Aku tinggal dulu ya say,” kata SAYANG.

“OK”

Cibi dan SAYANG kemudian berciuman, lalu sang pria pun undur diri. Cibi masuk ke kamar tersebut. Sang pria brondong yang menyewanya itu agak canggung. Mungkin amatir pikir Cibi.

“Rileks aja ya sayang, nggak perlu grogi,” kata Cibi ke pria brondong itu. “Namamu siapa kalau boleh tahu?”

“Namaku, Toni,” jawabnya.

“Hai Ton, kamu usianya berapa?” tanya Cibi.

“Baru enam belas tahun,” jawab Toni.

“Wah, muda banget ya. Masih brondong.”

Toni tiba-tiba langsung mendekap dan mencium Cibi. Melihat anak muda ini agresif membuat Cibi juga makin bergairah. Mereka saling memagut dan Toni mulai meremas. Suara kecupan bibir dan pertukaran lidah mereka sungguh panas. Membuat siapapun yang melihatnya pasti juga akan timbul birahi.

Toni pun dengan semangat 45 melepaskan pakaiannya satu per satu hingga tersisa boxernya saja. Mungkin karena Toni masih amatir hal itu bisa dimaklumi oleh Cibi. Anak muda yang mau menyewa pelacur highclass seperti dirinya tentu saja ingin mencoba sesuatu yang baru yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Wanita itu memulainya dengan mandi kucing. Lidahnya sudah menyusuri leher Toni. Dijilatinya kulit halus dari orang yang memakai jasanya itu. Diisap-isapnya apapun yang menempel di kulit Toni. Dia menyusuri dada bidang anak muda ini, lalu ke perut hingga ia pun berlutut. Di depan wajahnya sudah terpampang tonjolan lunak dari sebuah daging yang akan mengeras kalau terangsang. Cibi mengusap-usap tonjolan itu dan mulai menciuminya. Tangannya pun aktif bergerak untuk menurunkan boxer berwarna biru tua ini.

Muncullah sebuah batang yang mengeras dan mengacung sempurna dengan kepala pion sepeti jamur shitake. Urat-uratnya kelihatan baru disentuh oleh Cibi batang itu seakan-akan tambah besar. Cibi menciumi batang itu, dihiruplah aroma benda pembawa kenikmatan itu. Entah berapa batang lelaki yang ia rasakan. Ia merasa biasa saja. Selama ini ia ingin merasakan batang yang sempurna istilahnya adalah “magnificent pennis”. Apa itu? Sebuah bentuk penis sempurna tanpa cacat, berurat, panjang dengan ujungnya seperti kepala rudal yang mampu memenuhi kemaluannya tapi tidak sakit atau pun malah menyiksa kemaluannya. Ia tak suka batang yang terlalu gemuk atau terlalu panjang, tapi proporsional dengan diameter wajar tapi benar-benar bisa memenuhi ruang senggamanya.

Lidah Cibi sudah menjilati ujung penis itu. Toni sudah mulai keenakan, terbukti dari desisan-desisan dan lenguhannya. Setelah menjilati seluruh batangnya, kemudian Cibi menghisapi kantung zakar yang ada di bawahnya. Hal itu makin membuat Toni lemas.

“Ahh…enak mbak,” kata Toni.

Cibi lalu memasukkan kepala pion itu ke dalam mulutnya. Dihisap dan dikenyot seperti bayi yang mengenyoti puting susu ibunya. Toni melayang sampai ke awan. Ia tak sadar telah memegang kepala Wanita yang memberikan service terhebat semasa hidupnya ini. Toni tak pernah mendapatkan blowjob. Baginya ini adalah pengalaman pertama bagi dirinya mendapatkan service blowjob seperti ini. Basah, geli, nikmat dan membuat ia kelonjotan.

Sllrruuuupp! Ahhh…

Hisapan demi hisapan, serta kocokan lembut mulut Cibi membuat Toni makin geli. Toni pun tak sadar ia sudah memaju mundurkan pantatnya.

“Mbaak…aahh…aku mau keluar mbak!”

Toni tak mempedulikan lagi ia juga bergerak maju mundur makin liar.

CROOOTTTT!CROOOTTTT!CROOOTTTT!

Semburan lahar kental kenikmatan muncrat ke dalam mulut Cibi. Cibi menahan seluruh semburan itu hingga rongga mulutnya penuh. Penuh dengan cairan kental calon bayi. Luar biasa gurih rasanya.

“Aduh mbak, enak banget,” ujar Toni. Dia lalu duduk di atas ranjang.

Cibi masih menikmati cairan hangat yang sebagian meleleh keluar mulutnya itu. Glup!

“Lho, mbak? Itu ditelan?” tanya Toni lugu.

“Iya, enak lho,” katanya.

Melihat penis Toni yang masih berdiri Cibi lalu melepaskan bajunya satu per satu. Toni menelan ludah ketika Cibi sudah melepaskan branya, tampak dua buah pepaya albino ranum nan cukup besar dengan puting berwarna kecoklatan mengacung. Toni langsung memegang dua buah pepaya itu. Melihat Toni yang lugu Cibi tersenyum manis, Setelah mereka berdua tanpa busana, Cibi lalu duduk di atas pangkuan Toni. Ditempatkannya kepala pion Toni di lubang liang senggamanya. Tangannya mengocok sedikit senjata perjaka itu, lalu pantatnya pun turun.

SSSLLLLEEEBB!

“OOuuuhhh! Mbaaakkk! Aaahhh….!” Toni mengerang keenakan. Ia baru pertama kali merasakan kemaluannya masuk ke lubang yang hangat. Cibi menjepit batang kemaluan pemuda ini membuat Toni merem melek.

“Nggak suka tetekku ya?” tanya Cibi.

“S..ssuka mbak,” jawab Toni.

“Isep dong!” kata Cibi.

Tanpa ragu lagi Toni langsung menempatkan mulutnya di atas puting Cibi yang sudah mengeras. Ia pun mengisap puting itu. Cibi meliuk-liukkan pantatnya seperti mempermainkan penis Toni. Toni tampak dimabuk kepayang, ia mabuk susu.

“Aaaahh…iya, gitu. HHHmmmmhh!” desah Cibi.

Mereka berdua pun berpacu dengan penuh nafsu untuk sampai ke puncak. Toni berkali-kali menampar pantat Cibi. Cibi makin bernafsu dan makin semangat memainkan penis Toni di dalam liang senggamanya. Di ronde dua ini Toni lebih lama keluarnya. Mereka mencoba berbagai gaya, dari doggie sampai gaya misionari.

Terakhirnya pada saat Toni sudah ingin keluar mereka dalam gaya misionari. Toni memejamkan matanya konsentrasi kepada kekuatan penisnya. Penisnya sangat keras, mungkin sebentar lagi seperti bom atom yang akan meledak.

“Aahh…aahhh…mbaak…aku keluar aku….keeee..lluuuu..aaaarrr!” ujarnya.

“Keluarin aja, aku udah minum pil koq. Nggak masalah,” kata Cibi.

CRROOOOOTTTTT! CRRROOOTTT!

Penis Toni pun akhirnya menyemburkan seluruh isinya. Kantong zakarnya sampai menegang menyemburkan bermilyar-milyar sel sperma ke dalam memek Cibi. Toni memeluk wanita panggilan high class ini dengan erat.

“Aaahh….enak banget mbak…aahhh!” desah Toni.

Cibi hanya tersenyum dan ikut menikmati orgasme ini. Toni setelah menyemburkan sisa-sisa sperma terakhirnya lalu bergeser ke samping Cibi yang masih terkapar karena permainan panasnya. Cibi memejamkan mata, menikmati ledakan orgasme yang ia juga baru merasakan bersamaan tadi. Tapi,….

SSLLLEEBBB!

Sebuah benda hangat yang besar lagi-lagi menusuknya. Ia tersenyum.

“Aaahh….lagi ya Ton?” tanya Cibi. Dia membuka matanya. Terkejut karena itu bukan Toni. “Lho?? Siapa lo?”

“Lo diem aja perek!” kata lelaki bertampang sarang, brewok dan badannya kekar.

“Heh, apa ini? Gue hanya disewa satu orang,” kata Cibi.

“Satu orang ataupun lebih sama aja kan?” kata Toni.

“Heh brengsek! Gue disewa bukan buat gangbang!” kata Cibi.

“Bodo amat, guys! Hajar aja!” kata Toni.

Tiba-tiba dari dalam kamar mandi muncul empat orang lagi. Cibi mulai meronta, tapi ia tak bisa karena tangannya sudah dipegang oleh orang kekar yang sekarang sedang menyodok-nyodok memeknya.

“Brengsek! Lepasin!” Cibi terus meronta.

Tapi sesuatu yang mengejutkan mereka kemudian membuat apa yang mereka lakukan pun terhenti.

BRRAAKK!

Pintu kamar didobrak dan sebuah kepala manusia mendarat di atas ranjang. Itu kepala orang yang disebut SAYANG oleh Cibi. Cibi pun menjerit.

“KKYAAAAAAA!”

Orang yang sedang main dengan Cibi pun kaget tapi belum sempat ia berbalik, sebuah bola api menghantam wajahnya. Dia menjerit.

“AAAArrrrhh!”

Kamar itu pun panik. Seseorang tiba-tiba entah bagaimana bisa mengeluarkan api dari kedua telapak tangannya dan menghajar keempat orang yang ada di kamar itu. Toni mengeluarkan cahaya dari tangan kanannya dan tiba-tiba lantai bergerak dan memunculkan sesuatu seperti tombak yang terbuat dari batu.

“Mati kamu dasar elemental!” kata orang yang masuk ke kamar tadi. Dia mengeluarkan api dan menerjang tombak batu itu hingga hancur lalu mencekik Toni yang masih telanjang bulat itu.

“Heegghhh!” Toni tak bisa bicara ia terus memegangi tangan orang yang mencekiknya.

“Mati!” kata orang itu.

WWUUUZZZZZHH!

Tubuh Toni pun terbakar. Dia menjerit, hanya itu saja yang bisa dia lakukan. Orang itu pun kemudian melemparkan tubuh Toni keluar jendela. Kaca berhamburan dari jendela, setelah itu BRUKK! Toni jatuh begitu saja dengan tubuh terbakar. Orang itu pun mendekati Cibi. Ia melihat wanita itu tampak ketakutan.

“Aku Thomas, siapa kamu?” tanya Orang yang baru saja membuat kekacauan itu.

Kamar makin lama makin berasap karena api yang membakar tubuh kelima orang yang ada di kamar ini. Cibi hanya terpana menyaksikan Thomas, seorang yang gagah, keren dan ganteng. Ia tak pernah melihat seorang lelaki setampan itu sebelumnya. Cibi melirik ke selakangan si lelaki itu. Mungkin matanya seperti X-Ray dia pun menebak ukuran penis lelaki ini. Tidak, ini sepertinya pas, pikirnya. Siapa lelaki ini, ia tampan, gagah, wajahnya cakep. Bule sepertinya. Matanya itu gila aku langsung lumer. Ini dia lelaki impianku, kata Cibi dalam hati. Aku yakin bentuk penisnya pasti “magnificent pennis”!

Untuk sejenak Cibi melamun dan terpana melihat Thomas.

“Baiklah, sebaiknya kamu pergi dan lupakan apa yang terjadi hari ini,” kata Thomas. Dia pun melangkah meninggalkan Cibi.

“Tu..tunggu! Aku ikut!” Cibi bangkit dan menarik lengan Thomas.

Thomas berbalik.

“Kumohon biarkan aku ikut denganmu,” kata Cibi.

“Kenapa?” tanya Thomas.

“Kumohon!” kata Cibi.

“Terserah, cepat pakai bajumu!” perintah Thomas.

Segera saja dia memakai pakaiannya. Ia melupakan bra dan celana dalamnya. Sebab ia terlalu begidik melihat tubuh SAYANG yang ada di atas ranjang hanya tinggal kepala saja. Thomas dan Cibi akhirnya keluar dari hotel. Thomas kemudian menuju ke sebuah mobil. Mobilnya keren, sangat mahal. Mobil sport! Siapa Thomas ini.

“Masuklah!” kata Thomas.

Tak berapa lama kemudian Cibi sudah berada di dalam mobil mewah itu bersama Thomas.

“Kamu ini siapa? Yang tadi itu..??” tanya Cibi.

Thomas tersenyum, “Namaku Thomas van Bosch. Aku dari divisi Dark Lantern pemimpin divisi khusus kepolisian. Ya, aku memang punya kekuatan bisa mengendalikan elemen.”

“Kenapa kamu sampai membunuh orang-orang itu?”

“Mereka elemental, orang yang punya kekuatan iblis. Tugas kami untuk membunuh dan melenyapkan mereka. Sudah lama aku melacak Toni, baru hari ini aku menemukannya. Kamu tak terkejut? Biasanya kalau seorang cewek melihat apa yang aku lakukan tadi bakal histeris dan takut.”

“Aku tidak takut, karena aku telah melihat banyak hal. Orang tuaku sendiri dibunuh di depan mataku ketika kerusuhan Mei 98”

Thomas menoleh ke arah Cibi. Cibi yang wajahnya sedikit oriental itu membuat Thomas makin penasaran tentang jati diri cewek ini.

“Baiklah kau boleh ikut, tapi berikan aku satu alasan yang masuk akal kenapa kau ingin ikut?” tanya Thomas.

“Aku ingin punya anak darimu,” kata Cibi.

“Whaat??” Tiba-tiba mobil mengerem mendadak sehingga ban yang sedang berputar di atas aspal itu pun berhenti mendadak. “Apa maksudnya?”

“Nggak boleh?” tanya Cibi.

“Aku tak tahu apa maksudnya?”

“Tolong hamili aku, mau kan?”

“Aku tak tahu apa maksudnya.”

“Dengar! Aku sejak dulu bermimpi punya cowok ganteng, tampan dan mempunyai ukuran penis ‘magnificent pennis’! Dan aku yakin kamu orangnya”

“Apa maksdunya?”

“Kumohon, aku tak ingin menuntut apapun darimu, please! Kalau memang kamu orangnya aku tak ingin kembali lagi di dunia kelam ini. Kumohon!”

Cibi memegang bahu Thomas. Thomas sedikit merinding dengan tatapan cewek ini. Tapi ia tak takut kalau toh cewek ini tiba-tiba ingin membunuhnya ia yang mempunyai kekuatan elemental tak akan bisa dibunuh dengan mudah oleh cewek ini, walaupun keinginan sang cewek sedikit aneh. Thomas mengangkat bahunya.

“Baiklah, lagian kamu tak akan bisa membunuhku kalau macam-macam,” kata Thomas.

“Benarkah?”

“Hahahaha, aku ini bisa bicara dengan banyak hal yang kamu tak bisa melakukannya. Dan kulihat mereka semua tampaknya menyukaimu. Baiklah mulai sekarang kamu tinggal bersamaku,” kata Thomas sambil menempuk paha Cibi.

Itulah awal mula Thomas dan Cibi tinggal bersama awal dari sebuah tragedi.

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Foto Bokep | Foto Bugil | Tante Girang | Cerita Dewasa © 2015 Frontier Theme